RM. Torani: Barometer Kuliner Balikpapan!

7 comments

Rasa-rasanya tidak terlalu berlebihan kalau saya menyebut RM. Torani sebagai Barometer Kuliner Balikpapan. Balikpapan memang terkenal dengan Seafood-nya, dan RM. Torani sendiri juga salah satu Rumah Makan yang menyajikan menu olahan Seafood terlengkap di Balikpapan, dan tentunya dengan harga yang sangat terjangkau.

Lokasi strategis, area rumah makan nyaman, dan tempat parkir yang luas memang sangat memanjakan para pemburu Kuliner Balikpapan yang ingin menjajal Rumah Makan yang sudah berdiri sejak tahun 2006 di daerah Stall Kuda ini. Dalam kurun dua tahun terakhir, RM. Torani cukup berhasil menarik minat para konsumen, khususnya lewat social media. Ya, sekitar September 2011, RM. Torani meluncurkan akun twitter official mereka yang awalnya @toranibpn, dan sekitar awal 2012 berubah menjadi @RM_Torani. Mereka menyadari bahwa social media ini adalah sarana marketing yang sangat tepat di zaman serba informatif ini. Beberapa waktu yang lalu RM. Torani juga baru merilis website-nya, bisa dilihat di www.toranifood.com. Hasilnya, setahun terakhir ini RM. Torani berhasil menginvasi area di luar Balikpapan. Sekarang RM. Torani sudah punya cabang di Sampit, Batu Licin, dan Banjar Baru. Wouhoo!

RM. Torani mempunyai area yang sangat luas, yang mungkin bisa menampung sekitar 400 orang. Disediakan juga layar besar yang memungkinkan kita untuk nonton bareng sebuah acara televisi ataupun pertandingan sepakbola. Fasilitas lain yang sangat penting semisal toilet dan musholla juga tersedia di Rumah Makan ini.

Salah satu menu RM. Torani yang begitu saya sukai adalah Pepes Kepiting. Pepes ini murni terbuat dari daging kepiting yang dipisahkan dari cangkangnya, dicacah, kemudian dicampur dengan bumbu tertentu seperti cabai dan kunyit, sehingga rasanya menjadi lil a bit spicy dengan aksen kunyit menyengat. Rasanya agak sedikit kenceng di lidah, tapi tetap enak, karena semua isinnya ini pure daging kepiting. Duh, makan kepiting jadi dimanjakan banget sama menu RM. Torani satu ini. 


Kue Nini's Steam Brownies & Cheese Cake!

0 comments

Suatu hari yang cerah di weekend, saya sekeluarga hendak berlibur ke Samarinda. Mobil pun penuh dengan cemilan adik-adik saya. Biasa, saya sekeluarga memang tukang makan. Tidur aja bisa sambil makan, apalagi perjalanan jauh. Bhahak! Jadi, sehari sebelumnya saya memesan kue di @kuenini, untuk bekal perjalanan saya. Standar lah ya, Cheese Cake dengan Brownies. Kebeneran, rumah produksi @kuenini ini berdekatan dengan rumah saya, di Komplek Bhumi Nirwana, KM. 5.5. Jadilah saya kasih beberapa Tupperware untuk diisi kue pesanan saya ke @kuenini.

Sip! Sambil memanaskan mobil, saya di-sms @kuenini untuk mengambil kue pesanan saya. Voila! Kebeneran banget belum sarapan, dua toples besar Tupperware pun terisi penuh Cheese Cake dan Brownies dari @kuenini. Lihat! Tampilannya sangat memanjakan mata, menambah gairah saya untuk segera menghabisinya sebelum perjalanan. Bah!


Menghangatkan Diri di Warung Burjo Pakde Narto KM. 0.5

2 comments

Sepulang lembur kerja, sekira pukul 10.30 malam, balikpapan sedang basah habis diguyur hujan yang cukup deras dan menyisakan beberapa rintik hujan penghantar dingin yang sempurna malam ini. Sial, baru tersadar kalau jaket saya tertinggal di ruang kerja saya di lantai empat ketika sudah berada di parkiran. Hmm, kembali mengambil jaket bukanlah ide yang baik di waktu menjelang tengah malam ini. Ah, faktor umur memang tidak bisa dibohongi.


Gunung sari - kilometer 5 bukanlah jarak yang dekat, ditambah lagi cuaca yang sedang dingin. Dalam hati membayangkan burjo hangat-hangat di tengah kekuyupan dingin ini, dan.... Ah, sangat sempurna ketika melewati warung pakde narto di kilometer 0,5 belum tutup di pukul 11 malam. \o/

Lokasi warung pakde narto ini ada di kilometer 0.5, sekitar seberang pemakaman umum muara rapak, antara straat satu dan rajawali photo. 
Sembari mengusapkan dua telapak tangan saya yang katanya mitos penghilang dingin, saya memasuki warung ini. Hmm, dan malam ini tampak cukup ramai. Tempatnya cukup cozy, ada beberapa meja untuk lesehan, juga ada beberapa meja dan kursi duduk.

Saya memilih meja lesehan dengan bubur kacang ijo panas dan roti bakar keju yang menjadi pesanan saya. Sangking panasnya, untuk memotret si burjo, saya mesti menunggu sesaat supaya agak dingin. Bukan apa-apa, lensanya selalu beruap. Haisssssh! Keinginan menyeruputnya panas-panas pun mesti tertunda. 

Nasi Goreng Pak Awan di Gunung Kawi

0 comments

Dalam suatu pulang-kantor-time dengan teman saya @AndreUdjung, bergerilya kuliner lah kita ke gunung kawi. Memang sudah sekitar satu tahun ini mendengar nama besar nasi goreng pak awan ini, tapi baru sempat nyobain beberapa waktu lalu. Beberapa orang agak awam dengan nama warung nasi goreng pak awan, mereka lebih suka menyebut nasi goreng kambing gunung kawi. Ya, pak awan ini memang terkenal dengan nasi goreng kambingnya. Na'as bagi kita, kambingnya lagi kosong. Memang sering kosong kayaknya, tahu dari beberapa follower saya di twitter. Memilih nasi goreng sapi adalah pilihan terbaik dengan ketidakadaan kambing ini. *melengos*

Lokasi warung nasi goreng pak awan ini di jalan pangeran antasari, gunung kawi. Persis di halaman warung soto banjar gunung kawi, di sebelah masjid al huda dan tidak jauh dari tugu adipura. Tempatnya agak kecil, ditambah lagi pelanggan pak awan yang berjubel. Blah! Beruntung mereka hanya take away, ketika ada kursi kosong, dengan kecepatan velociraptor kelaparan sepersekian detik kami berhasil mendudukinya. \o/

Di sini pak awan berjualan dengan istri dan seorang anak laki-lakinya, sekitar umur-umur anak smp lah. Dengan celana isbalnya (celana cingkrang yang menggantung), pak awan asik srang-sreng-srang-sreng di depan wajan penggorengan, sedang istrinya menyiapkan keperluan pak awan seperti nasi putih, dedagingan dan sesayuran, sementara anaknya tampak menyiapkan makanan yang sudah jadi. Sweet.

Agak susah merekam momen di sini dengan kamera saya, karena cahaya sangat kurang, penggunaan lampu flash akan sangat amat annoying. Kurang cahaya memang musuh besar bagi siapa saja yang suka memotret.

Nasi goreng sapi saya sudah siap! Ah, saya menemukan rasa yang belum pernah saya temukan di nasi goreng manapun di nasi goreng ini. Ada rasa rempah khas seperti di nasi samin atau nasi kebuli. Suka! Ditambah rasa pedas yang menggigit, membuat nasi goreng ini jadi benar-benar enak. Sontak rasa kecewa saya karena ketidakadaan kambingnya langsung sirna. Tapi, lagi-lagi saya kurang bersyukur dengan berkata, "ish ndre, kalau pakai kambing apa ndak tambah muaknyus ini, ndre..", andre pun mengamininya. :))

Nasi Goreng Sapi - IDR 14k

Tentang Ban Bocor dan Ketupat Kandangan :))

3 comments

Suatu pagi yang hujan dan terburu-buru menuju kantor, kesialan menimpa saya di daerah KM. 1. Yak, apalagi kalau bukan ban motor saya yang gembos. Nyos! Alhasil, mendorong motor di bawah guyuran hujan tidak bisa saya hindari sembari celingak celinguk menatap harap ada tukang tambal ban yang buka, atau paling tidak ada bengkel motor kesambet malaikat yang buka jam 7 pagi.

Allah masih sayang saya. Di pojok jalan borobudur KM. 0.5 ada tambal ban yang udah buka! Wouhoo! Secepat keledai ngondek lari, saya ngapsul dengan mendorong motor dengan kondisi ban gembos. Oke, ketika sedang menunggu ban motor ditambal, ada potret nom nom yang saya tangkap di hadapan saya. Warung ketupat kandangan! Dan ini dalam keadaan hujan. Langsung tancap gas ngambil tas di motor unuk ngambil dompet.  Eh…. Mana dompet saya? Setelah saya obrak-abrik seisi tas, ternyata dompet tak jua saya ketemukan. Artinya..... tertinggal di rumah!! -_______-

Tambah mumet ketika tahu kalau ban motor saya sudah nggak bisa ditambal dan mesti ganti baru. Setelah saya bongkar tas, akhirnya nemu duit yang tercecer dan selipan-selipan rahasia. Itupun masih kurang lima ribu untuk bayar ban, syukur mas tambal ban baik, saya bisa bayar nanti.

Ketika di kantor, saya sempat bercerita tentang ketupat kandangan di twitter. Ada seorang follower yang bilang, kalau ketupat kandangan di KM. 0.5 itu adalah yang terenak di Balikpapan. Bahkan lebih enak dari ketupat yang asli di kandangan kalimantan selatan nun jauh di sana. Hmm, semakin penasaran.

Sepulang kantor, hari sudah malam. Sebelum pulang, saya mampir ke bengkel tambal ban tadi pagi untuk bayar uang kekurangan. Dan hei! Ternyata warung ketupat kandangan di seberang bengkel ini buka sampai malam! Jodoh nggak kemana. *langsung nyeberang*

Maaf Agak  Ngeblur. Terburu-Buru & Lightless. T.T 
Sambil nunggu pesanan, saya ngobrol dong sama ibu penjualnya. Ternyata mereka udah jualan ketupat kandangan ini dari tahun 1975, lho. Mereka juga mengklaim sebagai yang pertama membawa ketupat kandangan ke Balikpapan. Hmm, bole-bole.

Jadi, walaupun ketupat kandangan ini jenis makanan berkuah, cara menyantapnya mesti pakai tangan, lho. Kok bisa? Ya memang budayanya gitu. Awal nyoba makan pakai tangan di banjar dulu memang agak aneh, tapi ujung-ujungnya baru paham, pakai tangan memang jauh lebih nikmat. :3

Ketupatnya ini memang dimasak berbeda dengan ketupat biasa. Dia agak pecah ketika dipenyet menyerupai bongkahan nasi dan menyatu dengan kuahnya, tidak lenyak seperti ketupat biasa untuk soto banjar atau coto makassar. Pokoknya jauh lebih hautjek makan pakai tangan deh. Tapi ada beberapa teman yang agak geli gimana gitu makan pakai tangan. Ya, saya paham. :))

Menyantap Nasi Kuning Manado di Balikpapan

0 comments

Suatu pagi di perjalanan ke kantor sekitar akhir syawal lalu, saya melihat sebuah motor gede dengan banner bertuliskan nasi kuning manado. Lokasinya di daerah sekitar seberang jl karang bugis, tepat di depan seng-seng sebelah sekolah dasar di sebelah tugu adipura gunung kawi. #sebelahception


Langsung teringat sebungkus nasi kuning manado hautjek terbungkus daun lontar sebagai oleh-oleh tante saya dari manado tempo hari. Tapi…. ini lagi puasa syawal hari kedua! Ya, lagi puasa. #langsunggalau

Setiap pagi di perjalanan ke kantor, saya selalu melewati tempat nasi kuning manado ini ngetem, tapi ya masih puasa syawal gitude. Maklum, laki-laki kayak saya emang suka ngelakuin sesuatu itu pas injury time. Akhirnya, beberapa hari setelah syawal, saya mampir untuk beli nasi kuning manado ini untuk bekal sarapan di kantor.



Sajian Berselera Di Pondok Ikan Bakar Asian, Stal Kuda.

0 comments

Beberapa bulan terakhir, sering sekali saya melewati rumah makan ini. Dari luar memang menarik perhatian karena warnanya yang mencolok dan di dalamnya terpampang banner bergambar makanan yang menggugah selera. Rumah makan ini berlokasi di Jl. Jendral Sudirman Stal Kuda, tidak jauh dari kantor Altrak. Cabang keduanya ada di Jl. MT. Haryono, seberang masjid Al Qabul, sebelum tanjakan rumah sakit umum.

Pondok Ikan Bakar Asian Inside

Menikmati Coto Makassar Terenak Seantero Balikpapan!

0 comments

Dulu ya, saya kira coto ini adalah soto yang diucapkan dengan gaya sok imut macam ciyus miapah oleh orang makassar. "Pesen apa, mas?" | "Coto" | "Berapa?" | Catu.." | ..... #halah. Oke, itu cuma intermezzo saja mengutip dari ucapan ence bagus di suatu acara tv.

Jadi, coto makassar memang menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat Balikpapan. Coto makassar klandasan adalah salah satu tempat yang cukup famous bagi sebagian orang. Saya pun dulunya begitu. Tapi setelah menjelajahi beberapa coto makassar di Balikpapan, akhirnya lidah saya jatuh hati ke coto makassar family di bilangan dahor - kebun sayur. Lokasinya di sekitar seberang BNI cabang soeprapto, jejerannya warung nasi kuning haji daud.

Tampak Samping Warung Coto Makassar Family
Berdasarkan informasi dari si empunya warung, warung coto makassar family ini buka sedari pukul 11 am - 11 pm. Ya 12 jam gitude, itu pun kalau nggak habis duluan. Satu hal menarik pertama ketika berada di warung ini adalah perlengkapan kecap-sambel-nya. Bersih! No dekil! Juga tidak ada bekas jeruk nipis yang sudah terperas di tempat jeruknya. Ah. :')

How Cleaaaann~
Ukuran mangkok di sini lumayan besar, lebih besar dari mangkok coto makassar klandasan. Porsinya juga pasti lebih banyak tentunya. Ah, saya suka! Potongan dagingnya pun besar-besar. Perketupatan gimana? Tenang, all you can eat! Oya, fyi aja, saya lebih suka coto makassar dengan isian daging sapi aja, tanpa jeroan ini itu. Dan sudah kebiasaan saya juga meminta bawang goreng & daun bawang ekstra setiap makan coto makssar. Dan di sini, saya mempergunakannya untuk menghias si coto setelah saya beri sedikit kecap dan sedikt mengaduknya untuk menambah menarik tampilannya, dan... Jreng!

Coto Makassar Family - IDR 16k
Gede-Gede Ya Dagingnya. :3
Taste dari kuah coto makassar family ini beda dengan coto makassar-coto makassar yang lain di balikpapan, mmm susah dideskripsikan. Gurih unyu pokoknya. Setelah ditambah kecap manis, tekstur kuahnya lebih mengental. Suka! Nom nom nom~

Ketupatnya juga enak dan berbeda dengan ketupat-ketupat lain di warung coto makassar di balikpapan. Ketika dibelah dengan tangan, serat dari butiran nasinya tidak tampak. Mulus. Jago ih bikin ketupatnya! :3

So guys, in my humble opinion, coto makassar family ini lah yang memegang panji kekuasaan percoto-makassaran Balikpapan. No tangkis lezatos! \(*o*)/

 
  • Dapur Balikpapan © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes