Tampilkan postingan dengan label Balikpapan Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Balikpapan Tengah. Tampilkan semua postingan

Mie Ayam Tetelan Cak Nan: Huenak Tenan!

5 comments

Awal tahun lalu pernah nulis tentang Warung Cak Nan ini. Ya, sebuah nostalgia. Bisa dibaca di sini. Lokasi warung ini di Karang Jawa, sekitas 100 meter dari gapura, sebelah kiri jalan. Kalau sore, jalanan di depan Cak Nan ini sering macet. Maklum, deket kantor Total dan seringnya jadi jalur alternatif dari Jalan Minyak menuju Karang Jati. Parkir mobil jadi agak susah.

Nah, kali ini dapy nyobain Mie Ayam juga, tapi sedikit berbeda. Pakek tambahan Tetelan! Iya, Tetelaaaaan. Sebagai fans Mie Ayam dan Tetelan garis keras, tempat ini memang berasa surga banget. Walaupun agak gerah, karena selalu penuh. Karena tidak banyak tempat makan di Balikpapan yang menyajikan Mie Ayam yang bisa ditambah Tetelan kayak di sini. Terlebih ditambah gerombolan pentol bakso yang menutupi hampir tiap sela mangkok Mie Ayam ini. Wawiwuwewoooow!


DSC00158 copy

Duh Gustiiiiii... ini enak banget! Enak dari segala sisi! Sisi Mie, Kuah, Pentol, Tahu, Kerupuk Pangsit apalagi Tetelannya! Mbahahaha. Sebenernya dapy kualahan juga ngadepin para Pentol ini. Kebanyakan! :')) Di awal dateng, sempet rikues ke Cak Nan untuk ngganti separuh Pentol dengan Tetelan, tapi ditolak mentah-mentah. Gak boleh! Gak boleh karena ketersediannya yang terbatas. Katanya, sering gak cukup sampai malem gitu. Iyadeh, iyaaaa..

Kuah Mie Ayamnya ini kuah kaldu, bukan (cuma) air panas kayak beberapa Mie Ayam di warung-warung lain. Jadi rasanya emang gurih kaldu banget. Enak! Mie Ayam ini juga disajikan dengan porsi jubung, alias porsi kuli. Iya, kuli! Meskipun begitu, belum bisa menaklukkan perut dapy yang seksih ini. DUH, GIMANA, DOOOOONG? GIMANAAAA?! Aha! Tambah aja! Tapi tapii.. #indomietheory tiba-tiba melintas di kepala; satu kedikitan, dua kebanyakan. TING TONG! Tambah Bakso sahajaaaaa!

DSC00767 copy

Wowowowowow! Bakso ini pun tidak lepas dari jeratan Tetelan, Tahu, Kerupuk Pangsit dan Pentol yang gak nyante banyaknya. Walaupun kuahnya gak ngaldu banget kayak kuah Mie Ayam, tapi tetep enak. Ya, kuahnya agak bening, nih. Terus, suka banget sama sohunnya. Lembut banget! Trus agak tebel juga. Beda dari sohun bakso biasa yang sering dijajakan. Dengan kuantiti kecap-saus-sambel tertentu, Bakso ini sempurna banget buat hidangan penutup! :'))

Ah, semoga Cak Nan ini panjang umur, lah. Biar bisa terus manjain lidah para penggemarnya. Ya paling gak, penerusnya nanti bisa bikin Mie Ayam dan Bakso yang rasanya sama dengan Cak Nan. Stay haujek, Cak Nan! 

Nasi Goreng Pak Awan di Gunung Kawi

0 comments

Dalam suatu pulang-kantor-time dengan teman saya @AndreUdjung, bergerilya kuliner lah kita ke gunung kawi. Memang sudah sekitar satu tahun ini mendengar nama besar nasi goreng pak awan ini, tapi baru sempat nyobain beberapa waktu lalu. Beberapa orang agak awam dengan nama warung nasi goreng pak awan, mereka lebih suka menyebut nasi goreng kambing gunung kawi. Ya, pak awan ini memang terkenal dengan nasi goreng kambingnya. Na'as bagi kita, kambingnya lagi kosong. Memang sering kosong kayaknya, tahu dari beberapa follower saya di twitter. Memilih nasi goreng sapi adalah pilihan terbaik dengan ketidakadaan kambing ini. *melengos*

Lokasi warung nasi goreng pak awan ini di jalan pangeran antasari, gunung kawi. Persis di halaman warung soto banjar gunung kawi, di sebelah masjid al huda dan tidak jauh dari tugu adipura. Tempatnya agak kecil, ditambah lagi pelanggan pak awan yang berjubel. Blah! Beruntung mereka hanya take away, ketika ada kursi kosong, dengan kecepatan velociraptor kelaparan sepersekian detik kami berhasil mendudukinya. \o/

Di sini pak awan berjualan dengan istri dan seorang anak laki-lakinya, sekitar umur-umur anak smp lah. Dengan celana isbalnya (celana cingkrang yang menggantung), pak awan asik srang-sreng-srang-sreng di depan wajan penggorengan, sedang istrinya menyiapkan keperluan pak awan seperti nasi putih, dedagingan dan sesayuran, sementara anaknya tampak menyiapkan makanan yang sudah jadi. Sweet.

Agak susah merekam momen di sini dengan kamera saya, karena cahaya sangat kurang, penggunaan lampu flash akan sangat amat annoying. Kurang cahaya memang musuh besar bagi siapa saja yang suka memotret.

Nasi goreng sapi saya sudah siap! Ah, saya menemukan rasa yang belum pernah saya temukan di nasi goreng manapun di nasi goreng ini. Ada rasa rempah khas seperti di nasi samin atau nasi kebuli. Suka! Ditambah rasa pedas yang menggigit, membuat nasi goreng ini jadi benar-benar enak. Sontak rasa kecewa saya karena ketidakadaan kambingnya langsung sirna. Tapi, lagi-lagi saya kurang bersyukur dengan berkata, "ish ndre, kalau pakai kambing apa ndak tambah muaknyus ini, ndre..", andre pun mengamininya. :))

Nasi Goreng Sapi - IDR 14k

 
  • Dapur Balikpapan © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes