Tampilkan postingan dengan label Indonesian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesian. Tampilkan semua postingan

My Kopi O! Breakfast: Kuliner Balikpapan Kekinian

1 comments

Beberapa waktu yang lalu, My Kopi O! Balikpapan (MKO) baru merilis program barunya; MKO Breakfast. Otomatis jam buka MKO berubah, dong. Ya, yang normalnya buka pukul 10 am, maju 3 jam jadi pukul 7 am. Hmm, udara masih seger-segernya, tuh.  Dan kalau datengnya sedikit lebih awal, bisa dapet view keren di bagian belakang MKO. Huwouho! Bisa sunrisegasm dibuatnyeah~


Hanya saja beberapa waktu ke depan setelah program ini berjalan, jam buka MKO Brakfast sedikit dimundurin, dari 7 am jadi 8 am. Untuk menu breakfast andalan, MKO menghadirkan Nasi Kuning Haruan. Oh, sounds nyuuuuum! Selain Haruan, ada varian lauk lainnya semacam Daging Sapi dan Ayam, yang kesemuanya dipadukan dengan Telur. Ah, ini kuliner balikpapan banget!



Oh ya, semua lauknya berbumbu merah, lho. Baik Haruan, Daging Sapi, Telur, ataupun Ayam. Biasa orang menyebutnya bumbu habang atau bumbu bali. Tidak lupa sambel goreng tempe dan serundeng yang ditempatkan di sisi kanan piring saji. Hmm, emang berasa ngampung banget ini Nasi Kuning, except keberadaan acar di sisi kiri. :"))

Selain Nasi Kuning, Banana Fritter adalah menu yang juga baru dirilis oleh di MKO Breakfast ini. Banana Fritter ini dikemas dengan cakep di atas sebuah keranjang anyam yang dilapisi dengan sejenis kertas minyak. Eh, pada tau Banana Fritter, gak? Orang bilang sih Pisang Keju. Iya, Pisang Keju. #ngenggres :"))



Menu breakfast lainnya kurang lebih sama dengan menu reguler, seperti Chinese Burger dan aneka Toast. Untuk beverages, tersedia aneka varian Kopi dan Teh. Kalau pengin sarapan yang gak biasa, mungkin bisa coba Chinese Burger dengan varian filling yang beragam. Selangkapnya bisa lihat foto di bawah ini.



MKO rupanya menyadari betul sedang menginjakan kaki di mana. Ya, di Balikpapan. Di mana Nasi Kuning adalah salah satu kuliner balikpapan yang menjadi menu sarapan favorit mayoritas warga kota ini. Terlebih Nasi Kuning MKO ini disajikan dengan otentik, persis Nasi Kuning kampung pada umumnya, dengan hanya memberi sedikit aksen modern. Kapan lagi makan Nasi Kuning bisa sambil wifian dan lihat pantai?

My Kopi O! Balcony: Kopitiam Modern, Favoritku Teranyar

0 comments

Dua minggu di Balikpapan tidak saya sia-siakan, deretan nama Resto dan kekafean yang baru muncul di Balikpapan sudah saya list untuk dikunjungi, dan My Kopi O! (MKO) dapat giliran pertama. Berlokasi di Balcony City Mall, MKO cukup nyaman untuk tempat kongkow-kongkow anak muda kekinian, bahkan untuk kumpul keluarga, karena di sini juga ada bagian yang memiliki seaview. Tidak banyak tempat nongkrong modern di Balikpapan yang menyajikan laut sebagai pemandangan gratisnya, dan MKO ini adalah salah satu yang menyediakannya.


Konsep MKO ini sih semacam Kopitiam atau Kedai Kopi Melayu Peranakan gitu, tapi lebih dikemas secara modern. Dikarenakan kunjungan saya kali ini melibatkan keluarga, maka saya memilih duduk di no smoking area. Walaupun laut tidak terlihat dari sini, MKO tetap saja nyaman. Desain interior yang apik juga alunan beberapa tembang britpop top fourty, sanggup membuat mata dan telinga saya orgasme.



Ah, buku menu MKO ini juara sekalih! Besar menggelegar bak koran manuntung baheula. Nama, harga dan foto menu terpampang jelas di sana, memudahkan saya untuk memilih. Tapi ternyata tidak semudah itu, semua tampak enak! bingung mau milih yang mana! Sial! sesuai banget dengan tagline mereka, everything is favourite! :))

Untunglah saya ditemani Public Relation dari MKO, kak @evqywardani, dia menerangkan tentang beberapa menu yang sering dipesan di sini, dan yang benar-benar enak. Spaghetti Mamaaaaak! Ya, saya hendak memesan itu! Tapi sayang, malam ini segala bentuk Spaghetti sedang kosong, alhasil kami memesan noodle-noodle-an. Untuk camilan, saya nyobain Spicy Garlic Tofu, foto di buku menu MKO ini memang juara banget bikin ngilernya, dan memang Garlic Tofu ini mendapat ruang lebih di halaman depan.


MKO menggunakan jenis tahu sumedang, dibalut adonan khusus, digoreng dengan tingkat kematangan tertentu, kemudian ditaburi kremesan garlic, dan disajikan di keranjang anyam mungil dan lucu ini. Aih, kereeeeeen! Warna keemasan membuat tampilannya menjadi cantik jelita. Mau dicocol sambel saus atau saus tomat, monggo, tapi saya lebih suka hidangan ini apa adanya. 

Untuk sruputan hangat, saya mencicipi Nanyang Kopi Tarik. Ya, dari namanya sudah terlihat unik, dan rasa-rasanya belum pernah ada di Balikpapan. Disajikan dengan cangkir putih dengan cetakan oriental di sisi luarnya. Keren! Kalau saja saya jahil, udah saya dibawa pulang ini cangkirnya. :))

Kopi Tarik ini memiliki cita rasa yang hampir mirip dengan Kopi Susu, hanya saja sedikit lebih manis, dan sepertinya dibuat dengan proses yang sama seperti pembuatan Teh Tarik, terlihat dari busa yang dihasilkan di atas Kopi. And it's good. Saya memesannya berdampingan dengan Kopi Tarik Ice. Buih-buih khas Kopi Tarik juga terpampang jelas di sini. Ada yang unik, gelasnya berbahan stainless steel, persis gelas yang sering saya pakai di rumah. :))

 .
Untuk maincourse, saya nyobain Sambal Ijo Noodle Beef Rendang. Sebelumnya, saya tidak pernah membayangkan Rendang bisa disantap dengan Mee seperti ini, terlebih dipadu dengan Sambal Ijo. Rasanya unik, enak! Dagingnya menggunakan daging impor, biar lebih mudah diolah, dan teksturnya jadi sangat empuk. Sangat berbeda dengan rendang-rendang di Rumah Makan Padang pada umumnya. Empuknya rendang MKO ini ikhlas banget. :'3 


Kekenyalan Meenya juga pas, Sambal Ijonya tersisip rapih di bawah Mee. Ketika diaduk, uwihhh.. Sambal Ijonya meluber ke mana-mana, mantap! Tapi sayang, Sambal Ijonya dikemas dengan rasa medium, alias tidak pedas. Jadi rasanya kurang menggigit. Tapi keseluruhanMee Rendang ini sangat enak!

Kemudian, saya nyobain Blackpepper Udon Seafood . Wah, piring sajinya tampak tidak umum, sangat besar, dengan cekungan yang unik. Mee Udon yang gemuk-gemuk ini terlihat sangat menarik dengan beberapa potong paprika hijau dan merah. Untuk seafoodnya, ada potongan crabstick, fishball, dan udang yang berukuran lumayan besar di dalamnya.  Mee Udon ini sangat enak, bahkan lebih enak dari hidangan sebelumnya, menurut saya. Wangi semerbak lada hitam sangat kerasa, karena MKO tidak sepenuhnya menghaluskan bijih lada hitamnya, ada beberapa biji yang masih terlihat kasar. Ini membuat cita rasa lada hitam di sajian ini begitu kuat.



Adik saya nyobain Hainan Roasted Chicken Rice. Menu ini sungguh sangat termalaysia sekali. Ini makanan hari-hari saya ketika sedang backpacking selama dua bulan di Malaysia beberapa waktu silam. Salah satu yang terkenal di Malaysia adalah Nasi Hainan Chee Meng. Lha, kok jadi bahas Malaysia. Hih!


Nasi Hainannya enak, nih. Saya sempat mencomot beberapa suap, walau mesti mendapat beberapa #tinjulengan dari adik saya. Nasi Hainan MKO disajikan dengan sawi yang di-steam, dengan siraman kuah tertentu yang rasanya sangat unik, semangkuk kuah sup, juga sambel. Hanya, presentasi Roasted Chicken-nya agak berbeda dengan foto menunya, warnanya tidak sekeren fotonya, tapi rasanya tetap enak.

Beruntung tadi saya memesan Ice Lychee Soda Vanilla, mencicipi beberapa makanan menyebabkan tenggorokan agak seret kalau hanya minum kopi. Presentasinya cakep, nih. Menggunakan.... toples, eh.. gelas! eh, errr.. Gelas dengan bentuk mirip toples, sih. Rasanya suegeeeer! Perpaduan Soda dan Lychee-nya cucyok! Apalagi di atasnya didaratkan satu sekup Es Krim Vanilla, bisa diaduk, atau dihabiskan terlebih dahulu.

Kunjungan berikutnya saya kembali ke MKO dengan tekad nyobain Spaghetti Mamak. Tapi apalah daya, manusia hanya berencana, tapi Allah lah yang menentukan. Akhirnya malah mesan Blackpepper Beef Spaghetti. Semua ini salah buku menu MKO! Ya, di bagian menu pasta, foto Blackpepper Beef Spaghetti ini memang terpampang dengan besarnya.



Spaghetti ini seperti agak di-stirfried, ada campuran toge yang dominan, paprika hijau, telur yang dicacah, dan pastinya daging sapi. Sama seperti Mee Udaon tadi, hawa lada hitamnya begitu terasa di sajian ini. Suka! Dari tampilan, sepertinya agak mirip dengan Spaghetti Mamak, hanya saja pasti beda taste. Ah, suatu hari nanti mesti nyobain Spaghetti Mamak. Mesti!



Overall, saya begitu menyukai tempat ini. Interior dan kemasannya juara banget. Begitu juga makanan dan minumannya. Sebagian besar menu-menu MKO ini bahkan belum pernah ada di Balikpapan. Ah, good place for meeting point, ataupun ngumpul-ngumpul bareng teman dan keluarga. :'3


My Kopi O!
Balcony City Mall, GF Blok F8
Jl. Jend, Sudirman, Pasar Baru,
Balikpapan.
BB 26B89E3B 
Twitter - @mykopio_bpn
www.mykopio.com

Price,
Spicy Garlic Tofu - IDR 30.8K
Nanyang Kopi Tarik - IDR 20K
Kopi Tarik Ice - IDR 22.8K
Ice Lychee Soda Vanilla - IDR 35.8K
Sambal Ijo Noodle Beef Rendang - IDR 38.8K
Blackpepper Udon Seafood - IDR 39.8K
Hainan Roasted Chicken Rice -IDR 35.8
Blackpepper Beef Spaghetti - IDR 39.8K

Rating,
Spicy Garlic Tofu - 8/10
Nanyang Kopi Tarik - 8/10
Kopi Tarik Ice - 8/10
Ice Lychee Soda Vanilla - 8/10
Sambal Ijo Noodle Beef Rendang - 7.5/10
Blackpepper Udon Seafood - 8.5/10
Hainan Roasted Chicken Rice - 7/10
Blackpepper Beef Spaghetti - 7.5/10
Place - 9/10

RM. Torani: Barometer Kuliner Balikpapan!

7 comments

Rasa-rasanya tidak terlalu berlebihan kalau saya menyebut RM. Torani sebagai Barometer Kuliner Balikpapan. Balikpapan memang terkenal dengan Seafood-nya, dan RM. Torani sendiri juga salah satu Rumah Makan yang menyajikan menu olahan Seafood terlengkap di Balikpapan, dan tentunya dengan harga yang sangat terjangkau.

Lokasi strategis, area rumah makan nyaman, dan tempat parkir yang luas memang sangat memanjakan para pemburu Kuliner Balikpapan yang ingin menjajal Rumah Makan yang sudah berdiri sejak tahun 2006 di daerah Stall Kuda ini. Dalam kurun dua tahun terakhir, RM. Torani cukup berhasil menarik minat para konsumen, khususnya lewat social media. Ya, sekitar September 2011, RM. Torani meluncurkan akun twitter official mereka yang awalnya @toranibpn, dan sekitar awal 2012 berubah menjadi @RM_Torani. Mereka menyadari bahwa social media ini adalah sarana marketing yang sangat tepat di zaman serba informatif ini. Beberapa waktu yang lalu RM. Torani juga baru merilis website-nya, bisa dilihat di www.toranifood.com. Hasilnya, setahun terakhir ini RM. Torani berhasil menginvasi area di luar Balikpapan. Sekarang RM. Torani sudah punya cabang di Sampit, Batu Licin, dan Banjar Baru. Wouhoo!

RM. Torani mempunyai area yang sangat luas, yang mungkin bisa menampung sekitar 400 orang. Disediakan juga layar besar yang memungkinkan kita untuk nonton bareng sebuah acara televisi ataupun pertandingan sepakbola. Fasilitas lain yang sangat penting semisal toilet dan musholla juga tersedia di Rumah Makan ini.

Salah satu menu RM. Torani yang begitu saya sukai adalah Pepes Kepiting. Pepes ini murni terbuat dari daging kepiting yang dipisahkan dari cangkangnya, dicacah, kemudian dicampur dengan bumbu tertentu seperti cabai dan kunyit, sehingga rasanya menjadi lil a bit spicy dengan aksen kunyit menyengat. Rasanya agak sedikit kenceng di lidah, tapi tetap enak, karena semua isinnya ini pure daging kepiting. Duh, makan kepiting jadi dimanjakan banget sama menu RM. Torani satu ini. 


Menghangatkan Diri di Warung Burjo Pakde Narto KM. 0.5

2 comments

Sepulang lembur kerja, sekira pukul 10.30 malam, balikpapan sedang basah habis diguyur hujan yang cukup deras dan menyisakan beberapa rintik hujan penghantar dingin yang sempurna malam ini. Sial, baru tersadar kalau jaket saya tertinggal di ruang kerja saya di lantai empat ketika sudah berada di parkiran. Hmm, kembali mengambil jaket bukanlah ide yang baik di waktu menjelang tengah malam ini. Ah, faktor umur memang tidak bisa dibohongi.


Gunung sari - kilometer 5 bukanlah jarak yang dekat, ditambah lagi cuaca yang sedang dingin. Dalam hati membayangkan burjo hangat-hangat di tengah kekuyupan dingin ini, dan.... Ah, sangat sempurna ketika melewati warung pakde narto di kilometer 0,5 belum tutup di pukul 11 malam. \o/

Lokasi warung pakde narto ini ada di kilometer 0.5, sekitar seberang pemakaman umum muara rapak, antara straat satu dan rajawali photo. 
Sembari mengusapkan dua telapak tangan saya yang katanya mitos penghilang dingin, saya memasuki warung ini. Hmm, dan malam ini tampak cukup ramai. Tempatnya cukup cozy, ada beberapa meja untuk lesehan, juga ada beberapa meja dan kursi duduk.

Saya memilih meja lesehan dengan bubur kacang ijo panas dan roti bakar keju yang menjadi pesanan saya. Sangking panasnya, untuk memotret si burjo, saya mesti menunggu sesaat supaya agak dingin. Bukan apa-apa, lensanya selalu beruap. Haisssssh! Keinginan menyeruputnya panas-panas pun mesti tertunda. 

Nasi Goreng Pak Awan di Gunung Kawi

0 comments

Dalam suatu pulang-kantor-time dengan teman saya @AndreUdjung, bergerilya kuliner lah kita ke gunung kawi. Memang sudah sekitar satu tahun ini mendengar nama besar nasi goreng pak awan ini, tapi baru sempat nyobain beberapa waktu lalu. Beberapa orang agak awam dengan nama warung nasi goreng pak awan, mereka lebih suka menyebut nasi goreng kambing gunung kawi. Ya, pak awan ini memang terkenal dengan nasi goreng kambingnya. Na'as bagi kita, kambingnya lagi kosong. Memang sering kosong kayaknya, tahu dari beberapa follower saya di twitter. Memilih nasi goreng sapi adalah pilihan terbaik dengan ketidakadaan kambing ini. *melengos*

Lokasi warung nasi goreng pak awan ini di jalan pangeran antasari, gunung kawi. Persis di halaman warung soto banjar gunung kawi, di sebelah masjid al huda dan tidak jauh dari tugu adipura. Tempatnya agak kecil, ditambah lagi pelanggan pak awan yang berjubel. Blah! Beruntung mereka hanya take away, ketika ada kursi kosong, dengan kecepatan velociraptor kelaparan sepersekian detik kami berhasil mendudukinya. \o/

Di sini pak awan berjualan dengan istri dan seorang anak laki-lakinya, sekitar umur-umur anak smp lah. Dengan celana isbalnya (celana cingkrang yang menggantung), pak awan asik srang-sreng-srang-sreng di depan wajan penggorengan, sedang istrinya menyiapkan keperluan pak awan seperti nasi putih, dedagingan dan sesayuran, sementara anaknya tampak menyiapkan makanan yang sudah jadi. Sweet.

Agak susah merekam momen di sini dengan kamera saya, karena cahaya sangat kurang, penggunaan lampu flash akan sangat amat annoying. Kurang cahaya memang musuh besar bagi siapa saja yang suka memotret.

Nasi goreng sapi saya sudah siap! Ah, saya menemukan rasa yang belum pernah saya temukan di nasi goreng manapun di nasi goreng ini. Ada rasa rempah khas seperti di nasi samin atau nasi kebuli. Suka! Ditambah rasa pedas yang menggigit, membuat nasi goreng ini jadi benar-benar enak. Sontak rasa kecewa saya karena ketidakadaan kambingnya langsung sirna. Tapi, lagi-lagi saya kurang bersyukur dengan berkata, "ish ndre, kalau pakai kambing apa ndak tambah muaknyus ini, ndre..", andre pun mengamininya. :))

Nasi Goreng Sapi - IDR 14k

 
  • Dapur Balikpapan © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes