Menyantap Sop Konro Pasar Baru

0 comments

Sudah lama rasanya tidak menyantap sop konro di sebelah BCA pasar baru ini. Akhirnya sekitar minggu pertama oktober kemarin, saya bisa ke sini lagi. Awalnya tau tempat ini berdasarkan rekomendasi dari @AanIsmiyana, seorang teman, dan kebeneran sop konro ini juga langganan pakde saya yang bekerja di sekitar warung ini.



Warung ini berada di gang kecil yang terhimpit dua bangunan bank besar, BCA & BTN pasar baru. Hilangkan harapan untuk makan di tempat yang luas dan nyaman, karena warung ini tidak memilikinya. Tapi bukan berarti warung ini sepi pengunjung, lho. Untuk makan di sini saja terkadang mesti ngantri, terlebih di jam 12 pm - 1 pm. Supaya nggak ngantri, biasanya saya datang lebih awal. Paling nggak sebelum jam 12 pm. Yak, cara ini terbukti efektif, memang belum banyak pengunjung yang datang di jam-jam segitu.

Suasana warung sop konro. Hei! Ada polisi mengantri, :))
Kalau makan di sini, dijamin kuenyang puol. Pasalnya semangkuk sop konro ini ditemani satu keranjang nasi. Iya, satu keranjang nasi. Seporsi sop konro di sini include nasi dibanderol dengan harga IDR 20k. Jangan coba-coba datang di atas jam 2, yaa jangan coba-coba aja. UDAH HABIS!


Sop Konro - 20k
Jadi, konro di sini bener-bener super. Guede! Rasa kuahnya pun sangat-sangat memanjakan lidah saya. Gurih unyu pokoknya. Dan sebagai penggemar kecap, saya rasa kecap tidak dibutuhkan di sini. Hanya butuh sedikit perasa jeruk nipis & sambel sebagai penggebuk rasa. Mungkin yaa, menurut opini saya, sop konro ini masih menduduki kasta tertinggi persop-konroan di kota yang sering mati lampu ini. All hail sop konro BCA!!

Menyantap Soto Kuwali di Markoni

0 comments

Akhir-akhir ini, hasrat menyantap makanan berkuah saya sedang tinggi-tingginya. Faktor cuaca, mungkin. Karena letaknya yang strategis, saya cukup sering melewati warung Soto Kuwali ini. Ada rasa penasaran sama si Soto Kuwali, tapi belum sempat menyambanginya. Letaknya persis di seberang kantor Jamsostek depan Le Grendeur Hotel.


Penasaran kayak apa itu Soto Kuwali, beberapa hari yang lalu, saya pun mampir kesitu. Whoa, ternyata Soto Kuwali ini maksudnya adalah soto yang dimasak di atas kuwali. Jadi, soto ini biasa disajikan dengan daging sapi atau babat, atau bisa campur. 


Karena kurang begitu suka dengan babat, saya memesan soto yang disajikan dengan daging saja. Rupanya saya ditawari, “nasinya dipisah dengan soto atau dicampur?” oleh ibu penjualnya, karena pertama kali nyoba, saya memilih dipisah saja. Si ibu penjualnya pun menjelaskan, jika dipisah, harga seporsinya 15k sedangkan jika dicampur, harganya 10k. Ooh. *manggut-manggut*

Tidak beberapa lama, pesanan saya datang. Wah, soto ini disajikan dengan mangkuk seperti mangkuk coto makassar, dan sekilas pun mirip coto makassar, kemudian ditaruh diatas lepek yang terbuat dari tanah liat. Hmm, kata ibunya pun dulu mangkuknya juga dari tanah liat, tapi gampang retak, cuma bertahan dua hari. Jadi digantilah dengan mangkuk konvensional.

Rasanya cukup enak dan khas banget. Jujur, saya belum pernah ngerasain soto dengan tipikal rasa kayak soto ini. Potongan dagingnya pun cukup besar, hihihi, saya suka. Dan yang paling saya suka, banyak daging yang tertempel urat atau semacam tetelan berenang-renang di dalam kuahnya.

Soto Kuwali ini layak coba, nih. Recommended! :3

Menyantap Rawon di Gunung Sari

0 comments

Suatu siang ketika bosen dengan katering kantor, berbekal info dari teman kantor tentang warung rawon enak di dekat Maxi Supermarket Gunung Sari, saya berjalan kaki menapaki trotoar ke arah sana. Tampak langit menurunkan beberapa tetes air, hmm.. gerimis. Saya pun mempercepat langkah kaki saya.

Setelah berjalan kaki sekitar 3-5 menit, akhirnya saya sampai ke warung tenda ini. Letaknya, sekitar 4 rumah di sisi kanan Maxi Supermarket. Siang itu pengunjung cukup ramai, saya pun harus menunggu pengunjung lain meninggalkan tempat duduknya selama beberapa menit.


Tidak lama setelah duduk, rawon saya pun datang. Hmm, cukup enak menurut saya, isinya tidak pure daging, ada beberapa tetelan yang saya temui. Fyi, saya kurang suka menyantap rawon yang isinya daging melulu, tanpa variasi daging urat atau tetelan. Jadi, saya cukup suka sama rawon ini.


Ketika hendak membayar, saya menyiapkan yang dua puluh ribuan, dan ternyata harga seporsi rawon ini… 9k! Huahahaha, murahnyaaa. So guys, cobain yuk! :3

Menyantap Nasi Kuning & Lontong Sayur Malam Hari di Balikpapan

4 comments

Berbekal rasa penasaran & info dari adminnya @BalistikCyber sewaktu kopi darat di kafe @ariefcarwash, sepulang kantor sekitar habis maghrib, saya menyambangi sebuah warung kecil di daerah karang jati ini. Letaknya persis di sebelah taman tanah abang, nggak jauh dari tanjakan karang rejo.


Di warung ini, nasi kuningnya disajikan di piring & selalu panas, berbeda dengan yang di pasar baru yang disajikan sudah dalam bungkusan yang berjejer rapi di mejanya. Fyi, warung ini buka sedari waktu maghrib hingga waktu subuh.

Di malam pertama, saya datang untuk mencicipi nasi kuningnya, memang rasanya khas Balikpapan banget, ada suatu titik kepulenan tertentu, tidak pecah layaknya nasi kuning banjar. Dengan ekstra nasi dan lauk ayam & telur, malam itu kerasa beda aja bisa makan nasi kuning kayak gini. Oya, porsi ekstra dengan dua lauk saya ini, dihargai IDR 15k. Standar lah, yaa. :)

Nasi Kuning ~ IDR 15k
Keesokan malamnya saya kembali ke warung ini untuk menyantap lontong sayurnya, karena kebeneran, semalam ngeliat seseorang menyantap lontong sayur di warung ini dengan lahapnya. Ceritanya, si tukang bikin ngiler ini, ngiler juga ngeliat orang makan. Bhahak! Oya, lontong sayur saya ini juga ditambah ekstra lontong, jadi ya porsi jubung gituLiat aja, piringnya sampe kepenuhan. :))

Lontong Sayur ~ IDR 11k
Sayurnya gurih, dengan beberapa potongan kates muda & tahu di dalamnya. Standar lontong sayur pada umumnya lah, ya. Untuk lontong sayur, saya lebih prefer sama lauk telur bumbu bali, memang, plus sedikit sambel pedas. Seporsi lontong sayur ekstra lontong ini, dibanderol IDR 11k.

Sekarang, Balikpapan juga punya warung nasi kuning malam kayak di Samarinda, nih. Buat para penikmat kuliner kota yang sering mati lampu ini, ada baiknya mencoba nasi kuning & lontong sayur malam ini. :3

Hegemoni Kafe Arief Car Wash

0 comments

Akhir-akhir ini, lini masa di akun twitter saya sedang ramai membicarakan tentang kafe @ariefcarwash, foto-foto pancake & spaghetti-nya pun ramai menyertai beberapa tweet dari bengkel cuci mobil pertama di Balikpapan yang menggunakan Twitter sebagai media promosinya ini. Kebeneran, letak kafe ini di jalur saya pulang-pergi ke kantor, akhirnya saya pun menyambangi kafe ini.

Kafe ini terletak di Jl. Soekarno Hatta, KM. 3.5, persis di seberang pom bensin denzipur. Mulai buka jam 08.00, bersamaan dengan bengkel cuci mobilnya, dan tutup sekitar jam 22.00. Menu-menu disini antara lain, Pancake, Spaghetti & Kentang Goreng Nachos. Ada beberapa menu yang akan menyusul ketiga menu ini, martabak india, sapi lada hitam & sapo tahu.



Malam itu, saya bersama admin dari @RM_Torani, disajikan Special Pancake Mini Rainbow, Pancake Almond Ice Cream Chocolate & Spaghetti Extra Hot. Wuah, nggak nyangka juga sih, di sebuah kafe bengkel cuci mobil, bisa ada menu pancake yang mantep gini. Jadi, Pancake Mini Rainbow ini terdiri dari empat pancake mini, di masing-masing pancake-nya diberi toping pecahan oreo, cokelat-keju, cokelat almond, saus blueberry & es krim cokelat yang lumer di tengah-tengahnya. Ah, sungguh-sungguh menggugah selera. Apalagi hanya dihargai, IDR 15k. :3





Oke, jujur, Spaghetti Extra Hot-nya, juara banget! Pedas sausnya nampol! Nggak ada lada di dalamnya, tapi pedesnya menggerayangi hingga kerongkongan. Di dalam sausnya, saya temui potongan daun peterseli & daging cincang. Ah, paduan yang pas. Hanya dengan harga 10k, kita sudah bisa merasakan dahsyatnya Spaghetti Extra hot ini. 


Dengan tambahan fasilitas wifi di kafe ini, semakin membuat saya betah berlama-lama disini. Sekarang, untuk menyantap pancake & spaghetti enak, nggak perlu ke mall-mall & ngeluarin duit puluhan ribu laagi. :3

Nasi Goreng Barokah di Perumahan RSS Ring Road

0 comments

Semasa saya masih tinggal di Ring Road, Nasi Goreng Barokah ini adalah salah satu favorit saya. Dulunya mereka berjualan di Lapangan Kuliner Ring Road, tapi sekitaran setahun terakhir, mereka berpindah tempat di rumahnya sendiri. Di Jl. Punai I, masih wilayah Ring Road juga, nggak jauh dari simpang empat Bakso Jawa Joss. 


Ini jenis Nasi Goreng kecap, dengan potongan telur rebus, ayam kecap & kerupuk di atasnya. Kalau yang spesial, biasanya dapat tambahan ati ayam, sosis & telur ceplok. Seporsi Nasi Goreng ini dihargai, IDR 9k.

Soal rasa, IMHO, Nasi Goreng Barokah ini, masih yang menjuarai di sekitaran Perumahan RSS Ring Road ini. Terkadang, khusus disini saja, saya minta porsi jumbo untuk saya lahap sendiri. Bhahak! So guys, Nasi Goreng Barokah ini, recommended lah ya buat kalian coba. :3

Menyantap Nasi Goreng Arema

3 comments

Dulunya, Nasi Goreng Arema ini makanan wajib saya sepulang kuliah. Nggak tau kenapa, rasanya sangat cocok buat saya, meskipun sedikit berminyak. Sepengetahuan saya, di Balikpapan ada banyak Warung Nasi Goreng Arema, antara lain di lapangan kuliner Ring Road, Stal Kuda, Jl. MT. Haryono, seberang eks Puskib, di Jl. Soekarno Hatta KM. 1 & KM 3. Masih ada sih yang lain, tapi cuma yang saya sebutkan itu yang pernah saya coba. Hampir semua rasanya sama, kecuali yang di lapangan kuliner Ring Road.

Ciri khas Nasi Goreng Arema ini adalah, tampilan yang kurang rapi, warnanya yang cenderung merah & selalu menggunakan pentol bakso & telur yang di-orak-arik dalam campuran nasinya, hanya ada beberapa tempat yang menambahkan ayam dalam campurannya. Kalau Nasi Goreng Spesial, biasanya ada tambahan ati ampela & telor ceplok.

Terakhir, saya menyantap Nasi Goreng Arema ini, di Warung Arema KM 1, sekitar simpang straat 3. Pelayannya sangat cepat, baru beberapa detik saya duduk, sudah tersaji sepiring Nasi Goreng ini. Memang, nggak setiap pesanan lantas mereka baru menggoreng nasinya. Ada waktu tertentu dimana ada Nasi Goreng yang sudah ditaruh di piring & hanya ditutup piring lainnya, dan itu yang saya dapat. Nggak terlalu panas, tapi cukup hangat & enak untuk disantap.



Seporsi Nasi Goreng ini, dipatok harga IDR 8k. Ah, pantas saja saya sering berpapasan dengan beberapa mahasiswa kalau sedang di Warung Arema. Murah meriah! :3

Bakso Simpang Tiga Sumber Rejo

0 comments

Suatu hujan di sore hari, saya mengencangkan laju kendaraan saya ke arah Balikpapan Baru dari Sumber Rejo. Entah kenapa, ketika di simpang tiga sumber rejo arah sungai ampal saya tergoda untuk mampir ke Warung Bakso Simpang Tiga ini. Hmm, faktor hujan kali yah dan juga sudah lama sekali saya tidak menyantap bakso disini.

Semangkuk Bakso pun langsung terhidang di meja saya, tidak lama setelah saya duduk. Hmm, semerbak aroma gurih kuahnya langsung tercium hidung saya yang sedikit pilek ini. Suapan kuah pertama, memang saya khususkan tanpa kecap & saos. Hmm, muantep.


Saya selalu menyisishkan pentol bakso untuk disantap terakhir, terus dicocol kecap–saos tomat–sambel mixed gini. Cara makan seperti ini memang sudah tidak asing di keluarga saya. Pentol baksonya pun sarat akan daging cincang, duh comfy bangeetttt. :3



IDR 17k untuk seporsi bakso ketje & es teh manis ini tidak lah terasa mahal.  Pokoknya, belum sah jadi penggemar bakso Balikpapan kalau belum pernah mampir kesini. :))

 
  • Dapur Balikpapan © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes