Steamboat RM. Torani: Kuliner Balikpapan Kekinian

2 comments

stimbut

Kehadiran Steamboat RM. Torani ini memang membawa angin segar di dunia kuliner Balikpapan kekinian. Sangat jarang rumah makan lokal yang menyediakan menu ini, bahkan rasa-rasanya belum ada. Steamboat Torani ini memang memiliki daya tarik tersendiri. Beberapa teman dari luar kota sering sekali meminta saya menemani ke Torani untuk menyantap Steamboat. Sebenarnya saya sedikit berkeberatan untuk menemani mereka-mereka ini..  berat untuk ditolak. (--,)

Well, beberapa waktu lalu baru saja saya menjejakkan kaki ke Torani. Rumah Makan yang menurut saya paling populer di ranah Media Sosial Twitter Balikpapan saat ini. Saya nyobain Steamboat-nya, dong! Sebenarnya steamboat ini menu lama, tetapi baru saja dilaunching kembali setelah meniadakannya selama berbulan-bulan.

Banyak perubahan yang terlihat di area Steamboat Torani. Penempatan menu-menu olahan Steamboat dikemas lebih baik. Torani menggunakan beberapa freezer besar yang disusun sedemikian rupa, sehingga memudahkan pelanggan untuk memilih apa saja yang hendak dimakan. Keberadaan freezer juga menjadikan menu-menu Steamboat jadi lebih tahan lama, dan pastinya lebih segar.

DSC02559 copy
Rajungan, Kerang Simping, Udang, dll..

Banyak menu-menu baru yang terlihat, yang sebelumnya tidak pernah ada. Aneka siomay, baso-basoan, dimsum-dimsuman, tahu-tahuan, dan lain-lain. Beberapa yang menarik perhatian saya, ada sayap dan fillet ayam berbumbu kuning. Wah, sebelumnya juga gak ada. Hmm. ini pasti enak banget kalau dipanggang.  Ah, can't wait! 8'9

Eh, semua ini boleh dimakan kah, Dap? Boleh, dong! Ya, Torani masih mengusung sistim All You Can Eat untuk menu Steamboat ini. Untuk orang dewasa dipatok harga IDR. 97.500, dan IDR 50,000 untuk anak usia 5-10 tahun. Harganya memang sedikit lebih mahal dari sebelumnya, tapi di sini customer lebih terpuaskan dengan menu yang lebih beragam, juga dapat minum dan es krim sepuasnya. :D


DSC02559 copyy copy
Aneka Baso, Somay, Tofu, Dimsum, dll..

Kalau datang ke Torani untuk Steamboat, janganlah datang sendirian. Bisa dipastikan suasana makannya tidak lah asik. Asiknya makan Steamboat ini baru terasa kalau disantap ramai-ramai, dengan keluarga atau teman-teman. Trust me.

Kebetulan, saya kemari dalam rangka #SteamboatHore dengan teman-teman admin twitter publik/komunitas Balikpapan. Ada admin @visitbalikpapan, @iklanbpn, @NBCBalikpapan, @FireFighterBpn, @Bppn_Doeloe, @Balikpapanku, @kotabaIikpapan, @anakmudabpp, @sekolah_rakyat, @donorbpn, @StandUpBPN, @WarungDostep, dll. Pokoknya rame banget, lah.. Seru! :D
DSC00042 copy
DSC00048 copy
Capulette Montague -- Band Glamcore Nanggung
DSC00045 copy
Lelek & Bulek Warung Dostep
DSC00046
The Mimins

Kurang lebih sama kayak dulu, wadah rebusan Steamboat Torani dibagi dua. Satu untuk kuah Tom Yam, satunya untuk kuah Sup. Kuah Tom Yam lebih cocok untuk merebus seafood semacam udang, cumi, dll. Sedang sisanya bisa dimasukkan ke kuah Sup, kecuali beberapa menu yang mau dipanggang.

Dari semua menu Steamboat di sini, saya paling suka daging yang dipanggang, terus dicocol saus lada hitam-nya Torani yang juaraaaaaaaaaaaaa banget itu. Ah, sebenernya apapun yang dipanggang kalau cocolannya saus lada hitam itu ya jadi enak aja. Kekuatan rasanya memang ada di sausnya. Sukak, deh. 8'9
DSC025597
Aneka macam Jejamuran, Baso, Somay, Tofu, Daging, Cumi, dan isian Steamboat yang lain..
DSC025598
Bukak cuma bisa direbus, tapi juga bisa dipanggang!
DSC025599
Kerang Simping & Baso Berlumur Saus Lada Hitam. YUM!
ENAK, ENAK, ENAK, ENAAAAAAK BANGET! KENYANG! BAHAGIA! :'''')

Masih ada lagi kebahagiaan dalam sesi #SteamboatHore ini, ES KRIM SEPUASNYAAA! WOHOO! Selain makan dan minum sepuasnya, Torani memang menyediakan es krim dalam paket Steamboat-nya. Untuk sementara ada es krim cokelat dan stroberi. Kita diperbolehkan mengambil berkali-kali, di wadah yang berbeda-beda, sebanyak mungkin, sepuas mungkin. Aduduh.. Torani ini.. :')

Habis menyantap Steamboat dengan beraneka kuah sup, aneka saus, apalagi saus lada hitam yang pedasnya menggigit, emang makan es krim udah yang paling bener. Udah gitu boleh ngambil sepuasnya, pulak. :')

Ini diulang mulu "boleh ngambil sepuasnya" nya karena kayak masih gak percaya gitu.. Bhahahak! Norak lo, Dap. Kek gak pernah makan es krim aja.

DSC00049 copy
Iya, pernah sih pernah. Tapi coba ingat, apa dulu pernah dibolehin makan es krim sepuasnya? Gak pernah. Es krim memang makanan peka jaman. Dari kita masih kecil sampai udah segede brontosaurus hamil gini masih tetep aja doyan es krim.

Yaa.. semoga aja gitu.. kedepannya varian es krim di Torani lebih variatif. Ada Macadamia Nuts kek gitu, Green Tea kek, Belgian Chocolate kek.... Ngelunjak.

Overall, kita-kita pada puas banget dong sama Steamboat di Torani ini. Harga IDR 97.500 perorang untuk semua yang disediakan ini sangat layak. Apalagi dapat diskon followers 10%. Jadinya ya cuma bayar 80 ribuan perorangnya.

Jadi, untuk dapet diskon followers 10% ini kita cukup follow akun @RM_Torani di twitter, terus konfirmasi kalau kita followers @RM_Torani ke kasir saat akan bayar.

Well, RM. Torani sudah sangat pantas menjadi barometer kuliner Balikpapan yang memang dikenal khalayak umum sebagai surganya seafood. Selain Steamboat-nya yang aduhai, masih banyak lagi varian kuliner seafood yang ada di sini. Mungkin bisa baca postingan saya sebelumnya tentang Torani di sini.

Jadi, kapan mau nyobain Steamboat di Torani?

Rumah Makan Torani
Jl. Jend. Sudirman No. 73
Komplek Rutan, Stall Kuda,
Balikpapan
0542 - 761250
Open 9 am - 2 am.

Price
Dewasa - IDR 97,500/orang
Anak Usia 5-10 Tahun - IDR 50,000/anak
Anak Di Bawah 5 Tahun - Free
---
FYI SEJAK FEBRUARI 2014 HARGA STEAMBOAT ALL YOU CAN EAT UNTUK DEWASA TURUN JADI IDR 67,500 AAAAAKKKKK!

NB: Untuk harga promo IDR 67,500 ini, RM. Torani meniadakan minum all you can drink. Jadi hanya include Steamboat & Ice Cream All You Can Eat. 

Sekiyan.

Waroeng Ubud: Balinese Culinary Experience

0 comments

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mencoba beberapa menu Bali khas Waroeng Ubud. Eh, ini pertama kali saya kemari, nih. Padahal Waroeng Ubud sudah berdiri sekitar pertengahan 2013 lalu. :)

Sejauh ini, Warung Ubud adalah satu-satunya restoran di Balikpapan yang konsisten menyediakan menu-menu khas Bali yang otentik. Menu andalannya antara lain ada Ayam Betutu, Nasi Pedas Bali, dan Sate Lilit.

Berlokasi di Balikpapan Super Block membuat Waroeng Ubud terkesan restoran mahal, padahal harga makanan di sini jauh dari kata mahal. Untuk prasmanan-nya Waroeng Ubud hanya mematok harga 5k untuk nasi, dan 8k untuk setiap lauk, sayur, dan teman lauk seperti sambal goreng, ayam suwir, dll.

DSC00252 copy
DSC00238 copy

Saya direkomendasikan untuk mencoba Ayam Betutu, Nasi Pedas, dan Udang Telor Asin Paprika. Wah, sejak terakhir kali di Bali tahun 2006, saya tidak pernah menemui Ayam Betutu lagi. Excited!

Ayam Betutu di Waroeng Ubud ini menggunakan ayam kampung yang berukuran cukup besar. Tekstur dagingnya empuuuk banget. Eh ternyata Waroeng Ubud menggunakan metode presto untuk membuat ayam jadi cepat empuk. Iya, begitu.

Ayam Betutu di sini termasuk yang berkuah, pasalnya dulu di Bali nyoba Ayam Betutu yang digoreng kering gitu. Ternyata memang ada beberapa metode masak Ayam Betutu, bisa di goreng kering, atau dibuat berkuah.

DSC00199 copy

Ya Alloh Gusti.. Ini Ayam Betutu megang banget! Enak! Empuk! Wangi rerempahannya kenceng. Pedasnya pun tak kalah kenceng. Untuk yang gak begitu suka pedas, jangan pucat gitu mukanya, dong. Ayam Betutu ini bisa diatur tingkat kepedasannya, dari level gak pedas, sampai pedas banget. Setengah ekor Ayam Betutu di atas, rasanya cukup untuk 2-3 orang.

Ngomongin tentang kuliner Bali, selain Ayam Betutu, ada Nasi Pedas dan Sate Lilit yang terkenal. Nah, di Waroeng Ubud ini Nasi Pedas dan Sate Lilit ditempatkan di satu kesatuan meja prasmanan.

DSC00246 copy

Di atas piring nasi pedas saya ada sate lilit, ayam suwir, kulit goreng garing, dan... ikan asin. Bah! Kebetulan saya tipe orang yang belum menemukan enaknya ikan asin, atau kasarnya saya gak suka ikan asin. Tapi entah, karena bujukan Bang Benni saya akhirnya secara terpaksa mau nyobain makan ikan asin.

DSC00211 copy

JIR, TERNYATA ENAK BANGET AHAHAHAHAHAHA! Ikan asin di sini ruenyah banget! Garing! Enak! Bau menyengat khas ikan asin pada umumnya hampir tidak saya temui di sini. Makanya lidah saya lebih bisa nerimo. :D

Ternyata, ikan asin di sini bukan ikan asin sembarangan. Ikan asinnya dikirim langsung dari Medan. Waroeng Ubud belum menemukan standar yang pas di Balikpapan, makanya mau bersusah payah mendatangkan ikan asin ini dari medan.

DSC00227 copy
DSC00217 copy

Sate lilit di sini dibuat sangat mirip dengan di Bali aslinya. Menggunakan batang serai sebagai pengganti tusuk sate (sebagian di Bali ada yang menggunakan bambu pipih), rasanya pun cukup otentik.

Sate lilit sangat enak disantap dengan menggunakan sambal matah. Gak tau sambal matah? Sambel matah ini adalah sambal khas Bali. Cara mengolahnya mirip dengan dabu-dabu khas manado. Syedep nian! :'9

DSC00233 copy

Nah, tentang nasi pedas, mungkin kalian sudah mendengar nama besar nasi pedas Bu Andhika di Jl. Raya Kuta, di Bali sana. Kalaupun kita searching nasi pedas di google, maka di pejwan akan dipenuhi nama nasi 
pedas Bu Andhika.  Nasi pedas di Waroeng Ubud pun gak kalah haujek, lho.

Biang dari segala huru-hara pedasnya si nasi pedas adalah sambal (sekilas mirip sambal ijo padang) yang saya taruh di atas nasi ini. Kata Bang Benni, cara makan sambelnya ini adalah dengan mengaduknya dengan nasi, jadi pedasnya merata. Nasi pedas ini saya padankan dengan ayam suwir, kulit goreng garing, ikan asin, dan sate lilit.

DSC00220 copy

Huwoooooow! Cakep! Ini pedasnya cakep banget! HUAHH~ Apalagi ditambah gurihnya ikan asin dan kulit goreng garing. ENAK BANGET! Sial. Tau masakan Waroeng Ubud enak begini, udah dari kapan tahun bakal sering dateng kemari. :')

Untuk nasi pedas di atas, menurut saya primadonanya ada tiga. Sambel, ikan asin, dan kulit goreng garing. Kredit khusus saya sematkan juga ke kulit goreng garing-nya. Doih finger lickin good banget! Tasteful! Setelah digoreng sampai garing, kulit ayam ini dibumbui dengan bumbu tertentu. Ada aksen manis di sana. Sukak banget pokoknyeah!

Untuk meredakan huru-hara pedas pedasnya masakan di sini, saya memilih Kim Kiet. Kenapa? Entah, namanya unik aja gitu. :D

DSC00189 copy

Kim Kiet ini semacam es jeruk yang udah difermentasi. Rasanya seperti es jeruk, tapi ada aksen seperti rasa soda di dalamnya. Cakep!

Terakhir, saya nyobain udang telor asin paprika. Dari namanya aja udah ketahuan apa saja komposisi utama di sajian ini. Hmm, sebelumnya saya belum pernah menyantap udang yang dimasak menggunakan telor asin, apalagi paprika. Excited!

DSC00230 copy

Ada rasa yang buttery banget di sausnya, juga sedikit salty. Lha iya salty, secara yang dimasak ini telor asin. Bhahak. Overall rasanya haujek secingping! Enak! Sajian ini paling enak dimakan dengan nasi hangat. Rasa salty-nya bakar melebur seimbang dengan tawarnya rasa nasi.

Aduduh.. Kok enak-enak semua ini makanannya.. :')

Dari semuanya sajian di atas, paling suka banget sama ikan asin medan, kulit goreng garing, sambal ijo, dan terakhir udang telor asin paprika. Kesukaan saya ini dibuktikan oleh memboyong beberapa porsi untuk dibawa pulang ke rumah. Serius, Ayah & Ibu saya juga suka banget sama udang telor asin paprika-nya, juga si ikan asin medan.

DSC00235 copy
DSC00260 copy

Tampaknya Waroeng Ubud terlihat serius di bisnis kuliner ini. Rasa yang mereka tawarkan bukan rasa yang ecek-ecek, yang sering ditemui di resto atau tempat lain. Waroeng Ubud lebih berkarakter. Otentik. Ditambah dengan lokasi strategis yang berada di kawasan perbelanjaan paling ngehits di Balikpapan.

Ada dua lantai yang keduanya full AC, ditambah lagi smoking area di bagian depan Waroeng Ubud yang difasilitasi big screen untuk nobar bola atau acara tertentu, juga tersedia free wifi untuk anak socmed kekinian yang fakir kuota. Tersedia juga aneka Shisa untuk komunitas 'penyembah asap'. Lantas, alasan apa lagi untuk gak kemari?

Waroeng Ubud
Balikpapan Super Block,
Ruko Soho Promenade G3,
Seberang Hotel Jatra,
Balikpapan

Telepon,
0542 7571850
0823-5375-6789

Open Hours
10 am - 10 pm

Price,
Ayam Betutu (Setengah Porsi) - IDR 70,000
Nasi Pedas
> Nasi - IDR 5,000
> Ikan Asin - IDR 8,000
> Kulit - IDR 8,000
> Sate Lilit - IDR IDR 4,000
Udang Telor Asin Paprika - IDR 42,000
Kim Kiet - IDR 17,500

Coto Makassar Marannu: Sajian Sedap Dari Kota 1000 Indomaret

0 comments

marannu
Bagi yang sudah lama gak berkunjung ke Samarinda, atau bahkan yang sama sekali belum pernah ke sana, pasti bingung dengan post title saya kali ini. Kenapa dengan Indomaret, Dap? Kok namanya diseret-seret? Haha! Dalam setahun terakhir ini, Indomaret sedang mengekspansi Samarinda besar-besaran. Sekali menginjak gas, dua-tiga Indomaret terlampaui. Tampaknya memang Samarinda mesti mengganti tagline Kota Tepian menjadi Kota 1000 Indomaret.

Nah, Coto Makassar Marannu ini memang produk asli Samarinda, dan konon (kata teman-teman saya di sana) Coto ini adalah yang paling enak di Samarinda. Bahkan ada teman saya dari Makassar yang menanyakan ke saya, apa bener Coto Makassar Marannu ini memang bener enak.

Hmm.. Sekitar 1,5 tahun yang lalu, saya pernah nyoba Marannu di Samarinda. Rasanya jauh dari ekspektasi saya akan Coto Makassar yang aduhai nan famous itu. Overrated, atau mungkin juga saya lagi sial kena racikan yang kurang oke. Ah, apapun itu, hampir mungkin saya gak akan balik ke sana lagi, gumam saya kala itu. Apalagi dengan kondisi ketupat yang tidak lah gratis kayak di Balikpapan.

Nah, ketika tab mention saya ramai dengan kicauan para tweeps yang membicarakan Marannu yang baru buka di Balikpapan beberapa bulan lalu.. ah, saya gak terlalu excited. Yaa.. pengalaman dari Samarinda, mungkin. Banyak yang bertanya. Enak, kah? Recommended, kah? Ya saya jawab apa adanya pengalaman di Samarinda, Eh, tapi gak tau ada angin apa, kemarin bisa-bisanya saya mampir ke sini. Ahahaha! Entah, mungkin karena beberapa hari sebelumnya sering lewat sini, dan tampak sangat ramai. Ah, sesuatu yang ramai itu memang mengundang penasaran dan selalu memakan banyak korban, saya salah satu korbannya.
DSC02320 copy
Surprised, tempatnya cozy banget! Mungkin, bisa aja jadi tempat makan Coto Makassar paling cozy di Balikpapan. Parkiran luas, tempat strategis, gak begitu jauh dari rumah, full-furnished, pulak. Ah, sukak! Secara lokasi dan kenyamanan tempat memang sangat jauh berbeda dengan Marannu Samarinda. Lokasinya di Jl. MT. Haryono, sebelah Ruko Balikpapan Baru yang paling ujung (Xerox Fotocopy).
Eh, bagaimana dengan rasa? Okay, we'll see.
DSC02292 copy
Hmm, Marannu Balikpapan dan Samarinda masih berpegang teguh di satu benang merah rasa yang sama. Ada rasa rempah tertentu yang sama persis dan sangat otentik. Lha jelas aja, wong ini cabangnya. :D Eh, tapi secara keseluruhan Marannu Balikpapan lebih tasty. Dari tekstur dan kekentalan kuah, Marannu Balikpapan juga lebih unggul. Saya gak tahu kenapa, harusnya sih gak jomplang begini rasanya. Marannu Balikpapan jelas sangat enak. Fyi aja, dalam seminggu terakhir saya sudah dua kali ke sini. :D

Di Marannu ini, kita selalu dapat ekstra bawang tanpa diminta. Asik-asikk.. Tapi sayangnya, ketupatnya tidak lah gratis, sama kayak di Samarinda, kita mesti menggelontorkan duit dua ribu rupiah per ketupatnya. Duh, Pak SBY mesti cepat-cepat menelurkan Undang-Undang yang menggratiskan Ketupat Coto Makassar, nih. :(
DSC02300 copy
Yang paling saya sukai dari Marannu adalah, potongan dagingnya yang besar-besar, dan banyak bagian otot-nya! Itu tuh, yang kayak tetelan itu, tapi dia bening-bening mengkilap, duh.. ini enak banget aselik! Dalam mangkuk ini sangat banyak daging bertempelkan otot yang saya temui.

Memang, makanan tipikal Sup yang menggunakan daging, keberadaan otot sangat meningkatkan cita rasanya. Baik Coto Makassar, Soto Betawi, ataupun Rawon. Kalau bisa memilih, saya lebih suka makan Coto-Cotoan yang menggunakan daging sapi berotot semuanya, tanpa potongan daging yang murni daging. :D
DSC02395 copy
Eh, sambel di Marannu ini enak, lho. Teksturnya halus banget. Semacam diblender sehalus mungkin. Tapi teksturnya kental, gak cair (karena ditambah air) kayak di warung Coto Makassar-Coto Makassar lain yang di situ, tuh.. Ah, kalian pasti tau, deh. 

Terus, keberadaan vetsin yang biasa tersedia di warung Coto Makassar gak disediakan di sini. Entah, apa kuahnya emang udah dikasih vetsin lebih dulu, atau mungkin keberadaan vetsin gak begitu deperlukan, saya kurang tahu. Toh, setiap makan Coto Makassar, saya juga gak pernah menambahkan vetsin di dalamnya. Hanya perlu sedikit garam, sambel, kecap, dan perasan jeruk nipis yang semuanya tersedia di sini.
DSC02316 copy
Overall, untuk daerah selatan Balikpapan, mungkin Coto Makassar Marannu ini yang rasanya paling megang banget. Gak perlu galau parkir, tempat parkir Marannu sangat cukup walaupun kamu kemari mengendarai Bus. Tempatnya strategis, bersih, nyaman, adem, pelayanan cepat. Lantas, apalagi yang kamu perlukan untuk makan Coto Makassar dengan nyaman? Ah, tentu saja ketupat gratis. Andai saja Marannu menggratiskannya, saya akan dengan senang hati mampir kemari 3-4 kali dalam seminggu.

Coto Makassar Marannu
Jl. MT. Haryono,
Sebelah Ruko Balikpapan Baru,
Balikpapan
.
Price,
Coto Makassar - IDR 17,000
Ketupat - IDR 2,000
Es Teh - IDR 5,000
Air ES - IDR 1,000
.
Featured image by @ninokiee

Adudu.. Sedapnya Menyantap Soto Banjar Gunung Kawi

1 comments

Tidak ada plang nama penanda Soto Banjar Nyaman Blablabla di depan rumah makan ini. Tapi, deretan mobil-mobil parkir silih berganti ketika pagi di area parkir yang sebenarnya gak memungkinkan banyak mobil untuk parkir. Ini pertanda kalau memang Soto Banjar di sini cukup enak. Kebetulan, saya datang kemari ketika menjelang siang, jadi sudah tak begitu ramai. Lokasinya sekitar 100 meter dari tugu adipura, kiri jalan, setelah penjual helm, pas di sebelah (sebelum) Masjid Al-Huda.
DSC00014 copy
DSC00013 copy
Beberapa orang menyebutnya Soto Banjar Akbar, saya lebih nyaman menyebutnya Soto Banjar Gunung Kawi. Entah, saya tidak begitu tertarik dengan asal-usulnya, atau kenapa orang menyebutnya Akbar.
Saya sudah lama menggemari Soto Banjar di sini, begitu juga Ayah saya, seorang Banjarnese yang rada cerewet soal makanan, terlebih makanan Banjar. Setiap kepengin Nasi Sop, Ayah saya selalu kemari. Hanya saja di sini masih belum terbiasa menerima pesanan dengan penyebutan Nasi Sop, atau Soto, dan ini yang selalu dipermasalahkan Ayah.

Ketika kita memesan "Ibu, Soto satu..", seharusnya mereka tidak perlu bertanya "Soto-nya pakai lontong apa nasi?". Inilah yang sering dikritisi Ayah. Padahal menurut budaya Banjar, seharusnya Soto memang menggunakan ketupat, atau katakan lontong untuk di kota-kota urban lain. Sedangkan untuk yang pakai nasi, ini namanya Nasi Sop.

Kebiasaan bertanya "Soto-nya pakai lontong apa nasi?" ini dianggap Ayah 'merusak' budaya Banjar. Ayah sering membandingkan dengan Coto Makassar. "Ada gak penjual Coto Makassar yang nanya pake ketupat apa pake nasi?". Duh, makan bareng Ayah emang selalu ribet begini. Ahahaha.. Tapi apapun itu, Soto Banjar di sini tetap jadi favorit saya! (--,)/
DSC00009 copy
Soto Banjar..
DSC00005 copy
Nasi Sop..
Walaupun penataan isian Soto Banjar-nya terkesan ngasal (gak beraturan), tapi ini rasanya gak asal-asalan. Enak, kak. Enak! Kuahnya lembut surga-surga gitu. Gak begitu nyegrak. Soft. Bagian yang paling saya suka adalah ketika nyeruput kuahnya dengan remah-remah perkedel yang sudah saya penyet-penyet. Gusti Alloh.. Ini enak banget! Berasa udah di surga aja gitu. :') *lemes lunglai keenakan*

Soto Banjar di sini menggunakan Telur Bebek dan Ayam Kampung, jadi rasanya dijamin paten. Tapi sayang, mereka masih menggunakan lontong untuk menggantikan ketupat yang harusnya berada di setiap mangkuk Soto Banjar. Sebenarnya, ini pelanggaran budaya juga. Gimana kalau ketupat Coto Makassar diganti lontong? Tentunya agak aneh, walaupun rasanya gak begitu berbeda.
DSC00008 copy
Memang bagi sebagian penjual Soto Banjar, membuat lontong sangat jauh lebih mudah daripada ketupat, apalagi lontong berbungkus plastik yang tidak lah terlalu sehat itu. Ya, zat kimia pada plastik yang direbus dalam suhu mendidih pastilah memuai dan mempengaruhi apapun yang dibungkusnya. Tapi di sini, saya kurang tahu mereka memakai lontong plastik atau lontong daun. Ah, semoga saja lontong daun.

Overall, saya gak begitu terganggu dengan ketidakhadiran ketupat. Soto Banjar di sini tetap menjadi favorit saya, dan selalu saya rekomendasikan kalau ada yang bertanya di mana Soto Banjar yang enak. Fyi, berdasarkan info dari ibu penjualnya, rumah makan ini sudah berdiri dari tahun 80-an! Well, kalau udah selama itu, berarti memang rasanya udah paten. Karena kalau tidak, gak mungkin mereka bisa bertahan dalam kurun waktu selama ini.
Bukan begitu, bukan?

Soto Banjar Gunung Kawi
Jl. P. Antasari No. 38
Sebelah Masjid Al-Huda,
Gunung Kawi,
Balikpapan

Open 7 am - habis (sekitar waktu dzuhur)

Price
Soto Banjar - IDR 18,000
Nasi Sop - IDR 18,000
Es Teh - 4,000

Mie Ayam Tetelan Cak Nan: Huenak Tenan!

5 comments

Awal tahun lalu pernah nulis tentang Warung Cak Nan ini. Ya, sebuah nostalgia. Bisa dibaca di sini. Lokasi warung ini di Karang Jawa, sekitas 100 meter dari gapura, sebelah kiri jalan. Kalau sore, jalanan di depan Cak Nan ini sering macet. Maklum, deket kantor Total dan seringnya jadi jalur alternatif dari Jalan Minyak menuju Karang Jati. Parkir mobil jadi agak susah.

Nah, kali ini dapy nyobain Mie Ayam juga, tapi sedikit berbeda. Pakek tambahan Tetelan! Iya, Tetelaaaaan. Sebagai fans Mie Ayam dan Tetelan garis keras, tempat ini memang berasa surga banget. Walaupun agak gerah, karena selalu penuh. Karena tidak banyak tempat makan di Balikpapan yang menyajikan Mie Ayam yang bisa ditambah Tetelan kayak di sini. Terlebih ditambah gerombolan pentol bakso yang menutupi hampir tiap sela mangkok Mie Ayam ini. Wawiwuwewoooow!


DSC00158 copy

Duh Gustiiiiii... ini enak banget! Enak dari segala sisi! Sisi Mie, Kuah, Pentol, Tahu, Kerupuk Pangsit apalagi Tetelannya! Mbahahaha. Sebenernya dapy kualahan juga ngadepin para Pentol ini. Kebanyakan! :')) Di awal dateng, sempet rikues ke Cak Nan untuk ngganti separuh Pentol dengan Tetelan, tapi ditolak mentah-mentah. Gak boleh! Gak boleh karena ketersediannya yang terbatas. Katanya, sering gak cukup sampai malem gitu. Iyadeh, iyaaaa..

Kuah Mie Ayamnya ini kuah kaldu, bukan (cuma) air panas kayak beberapa Mie Ayam di warung-warung lain. Jadi rasanya emang gurih kaldu banget. Enak! Mie Ayam ini juga disajikan dengan porsi jubung, alias porsi kuli. Iya, kuli! Meskipun begitu, belum bisa menaklukkan perut dapy yang seksih ini. DUH, GIMANA, DOOOOONG? GIMANAAAA?! Aha! Tambah aja! Tapi tapii.. #indomietheory tiba-tiba melintas di kepala; satu kedikitan, dua kebanyakan. TING TONG! Tambah Bakso sahajaaaaa!

DSC00767 copy

Wowowowowow! Bakso ini pun tidak lepas dari jeratan Tetelan, Tahu, Kerupuk Pangsit dan Pentol yang gak nyante banyaknya. Walaupun kuahnya gak ngaldu banget kayak kuah Mie Ayam, tapi tetep enak. Ya, kuahnya agak bening, nih. Terus, suka banget sama sohunnya. Lembut banget! Trus agak tebel juga. Beda dari sohun bakso biasa yang sering dijajakan. Dengan kuantiti kecap-saus-sambel tertentu, Bakso ini sempurna banget buat hidangan penutup! :'))

Ah, semoga Cak Nan ini panjang umur, lah. Biar bisa terus manjain lidah para penggemarnya. Ya paling gak, penerusnya nanti bisa bikin Mie Ayam dan Bakso yang rasanya sama dengan Cak Nan. Stay haujek, Cak Nan! 

My Kopi O! Breakfast: Kuliner Balikpapan Kekinian

1 comments

Beberapa waktu yang lalu, My Kopi O! Balikpapan (MKO) baru merilis program barunya; MKO Breakfast. Otomatis jam buka MKO berubah, dong. Ya, yang normalnya buka pukul 10 am, maju 3 jam jadi pukul 7 am. Hmm, udara masih seger-segernya, tuh.  Dan kalau datengnya sedikit lebih awal, bisa dapet view keren di bagian belakang MKO. Huwouho! Bisa sunrisegasm dibuatnyeah~


Hanya saja beberapa waktu ke depan setelah program ini berjalan, jam buka MKO Brakfast sedikit dimundurin, dari 7 am jadi 8 am. Untuk menu breakfast andalan, MKO menghadirkan Nasi Kuning Haruan. Oh, sounds nyuuuuum! Selain Haruan, ada varian lauk lainnya semacam Daging Sapi dan Ayam, yang kesemuanya dipadukan dengan Telur. Ah, ini kuliner balikpapan banget!



Oh ya, semua lauknya berbumbu merah, lho. Baik Haruan, Daging Sapi, Telur, ataupun Ayam. Biasa orang menyebutnya bumbu habang atau bumbu bali. Tidak lupa sambel goreng tempe dan serundeng yang ditempatkan di sisi kanan piring saji. Hmm, emang berasa ngampung banget ini Nasi Kuning, except keberadaan acar di sisi kiri. :"))

Selain Nasi Kuning, Banana Fritter adalah menu yang juga baru dirilis oleh di MKO Breakfast ini. Banana Fritter ini dikemas dengan cakep di atas sebuah keranjang anyam yang dilapisi dengan sejenis kertas minyak. Eh, pada tau Banana Fritter, gak? Orang bilang sih Pisang Keju. Iya, Pisang Keju. #ngenggres :"))



Menu breakfast lainnya kurang lebih sama dengan menu reguler, seperti Chinese Burger dan aneka Toast. Untuk beverages, tersedia aneka varian Kopi dan Teh. Kalau pengin sarapan yang gak biasa, mungkin bisa coba Chinese Burger dengan varian filling yang beragam. Selangkapnya bisa lihat foto di bawah ini.



MKO rupanya menyadari betul sedang menginjakan kaki di mana. Ya, di Balikpapan. Di mana Nasi Kuning adalah salah satu kuliner balikpapan yang menjadi menu sarapan favorit mayoritas warga kota ini. Terlebih Nasi Kuning MKO ini disajikan dengan otentik, persis Nasi Kuning kampung pada umumnya, dengan hanya memberi sedikit aksen modern. Kapan lagi makan Nasi Kuning bisa sambil wifian dan lihat pantai?

Stirfried Spaghetti With Sausages & Eggs - [Recipe]

2 comments


Jadi begini, akhir-akhir ini keberadaan isi kulkas memang sedikit mengkhawatirkan. Untung saja ada sisa Spageti dan Saus Bolognese. Tapi ya tetap aja mengkhawatirkan. Lihat saja, bagaimana mungkin Spaghetti dimasak dengan Telur. Ada juga daging. Sosis? Itu Sosis beli di warung depan, mereknya pun merek yang iklannya joget-joget itu. :'|

Tapiii, dengan sedikit ilmu yang saya baca dari Kitabnya Mpu Tantular, dan rasa lapar yang menggebu-gebu, akhirnya jadi juga Spageti yang tak terlalu menarik tapi cukup enak ini. :'9

DSC00748 copyy

Mau tau cara bikinnya, dong? Gempil! Siapin dulu bahan-bahannya; Spaghetti, Saos Bolognese, Saos Tomat, Telur, Sosis, Bawang Bombay, dan Cabe Rawit.
--
1. Okay, first step, rebus spagetinya. Sampai tingkat kekenyalan tertentu. Sesuai selera.
2. Selama spagetinya direbus, siapkan bahan lain; Saos Bolognese, Saos Tomat, Telur, Sosis, Bawang Bombay, dan Cabe Rawit.
3. Iris cabe rawit setipis mungkin, karena saya gak suka rawit yang agak tebel. Sangat tidak good looking kalau sampai nempel di gigi. :/
4. Terus, potong-potong bawang bombaynya. Potong dadu boleh juga, lah. Tapi, walaupun dipotong dadu, gak perlu juga sih ya bikin titik-titik kayak di dadu beneran.
5. Potong sosisnya sesuai selera, boleh potong menyilang, membagi, menambah, mengurang, ataupun menikung.
6. Cek-cek  spagetinya, udah sampai tingkat kekenyalan idaman belum? Kalau sudah, tiriskan.
7. Kemudian, siapkan wajan dengan sedikit minyak. Panaskan, lalu masukan sosis yang udah terpotong tadi hingga kecokelatan. Tiriskan.
8. Lalu, goreng telurnya, jangan lupa beri sedikit garam. Jangan sampai terlalu cokelat, ya. Tiriskan (lagi).
9. Sip, saatnya bikin saus. Kalau masih ada sisa minyak dari telur tadi, langsung masukin aja cabe rawit & bawang bombay yang udah dipotong tadi.
10. Aduk rata sampai harum, batuk-batuk & bersin-bersin. Kalau udah, masukkan saus tomat.
11. Aduk lagi sampai rata, kemudian masukkan saus bolognese secukupnya. Aduk-aduk lagi sampai rata. Trus, masukkan sosis tadi.
12. Nah, sekarang giliran Spagetinya yang dimasukin, disusul telur yang tadi ditiriskan. Aduk-aduk lagi sampai warna spaghetti kemerahan dan menimbulkan efek laper.
13. Udah laper? Matikan kompor. Tuang spaghetti ke piring saji.
14. Jaaadi, deh. Bon kecetite!

 
  • Dapur Balikpapan © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Web Hosting , Blogger Templates and WP Themes